Memanah dan Berkuda di Pesantren Nurul Haromain Pujon Malang

Memanah dan Berkuda – Salam buat kawan pembaca Ibnudin. Penulis akan mengulas mengenai pengalaman ketika mengikuti pelatihan memanah dan berkuda. Salah satu Olahraga yang cukup popular dan termasuk olahraga yang premium. Hal ini disebabkan karena mahalnya sarana untuk memainkan olahraga yang satu ini.

Selain olahraga ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi, ada fakta sejarah menarik mengenai memanah. Pada laman wikipedia menulis bahwa olahraga ini sudah ada sejak 5.000 tahun yang lalu.

Selain itu, olahraga ini juga termasuk dalam sunnah Nabi Muhammad Saw. Sehingga setiap muslim yang mengamalkan akan mendapat pahala sunnah. Insyaallah

Penulis memiliki pengalaman berlatih memanah dan berkuda di daerah malang. Lebih tepatnya di Pesantren Nurul Haromain Pujon yang diasuh oleh KH. Ihya’ Ulumiddin.

Pelatihan Memanah dan Berkuda di Pesantren al Haromain
Pelatihan Memanah dan Berkuda di Pesantren al Haromain

Pelatihan Memanah dan Berkuda

Pada tanggal 3 februari 2017, Pesantren al Haromain mengadakan pelatihan berkuda, memanah dan tenaga dalam. Namun, tulisan ini tidak membahas pelatihan tenaga dalam karena Penulis tidak mengikuti sepenuhnya sesi tersebut.

Pelatihan tersebut diikuti oleh para santri pesantren Nurul Haromain dan santri dari pesantren Mahasiswa yang diasuh oleh KH. Ihya’ Ulumiddin. Tak ketinggalan juga para pengelola lazis atau cabang pesantren dibeberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Penulis mengikuti kegiatan tersebut sebagai wakil dari Pesantren Mahasiswa al Waaris Tulungagung. Penulis sangat bersyukur dapat menjadi salah satu bagian dari peserta pelatihan tersebut. Dan yang paling berkesan ialah merasakan mondok bersama santri Nurul Haromain walau cuma beberapa hari.

Pelatihan Memanah dan Berkuda di Pesantren Nurul Haromain 7

Pelatihan memanah dan berkuda dilakukan selama 2 hari 2 malam. Selama beberapa hari tersebut para peserta mendapatkan materi memanah dan berkuda oleh Syeikh Sofyan Nur Al Banjari Al Makky.

Runtunan acara pelatihan tersebut tertata dengan apik. Dimulai pada malam hari materi pengenalan mengenai memanah beserta fadhilahnya. Kemudian besok paginya dilanjutkan praktik memanah. Setiap peserta diperkenankan praktik memanah dengan beberapa anak panah.

Kemudian pada malam harinya dilanjutkan materi mengenai kuda serta tatacara menungganginya. Karena tentunya banyak hal yang perlu dipahami mengenai hewan yang satu ini. Dan yang terakhir para peserta praktik menunggangi kuda.

Materi Pertama Memanah

Memanah merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad, yang mana setiap umatnya dianjurkan untuk mempelajarinya. Sehingga khusus bagi umat Islam setidaknya semasa hidupnya pernah mencicipi olahraga ini.

Sesi materi pertama dimulai ketika malam hari, tepatnya ba’da sholat isya’. Syeikh Sofyan sebagai pemateri menjelaskan bagaimana cara memanah dengan benar serta macam-macam jenis panah. Tak ketinggalan, Beliau juga menjelaskan bermacam-macam fadhilah dari memanah.

Pelatihan Memanah dan Berkuda di Pesantren al Haromain

Ada pernyataan yang menarik dari Syeikh Sofyan. Beliau menjelaskan bahwa tembakan sebuah busur panah lebih kuat dibanding peluru yang ditembakan pistol. Bagaimana bisa? Senjata tradisional mengalahkan senjata modern? Wajar bila kita muncul pertanyaan tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut syeikh Sofyan menunjukkan sebuah video yang membuktikan hal tersebut.

Tonton video kekuatan anak panah vs pistol dibawah ini:


Dalam video tersebut terlihat bermacam-macam peluru tak mampu menembus sebuah kotakan berisi kotoran. Sedangkan anak panah mampu menembus kotak tersebut. Ini membuktikan kekuatan memanah lebih kuat dibanding pistol.

Praktik Memanah

Setelah sebelumnya pada malam hari mempelajari mengenai teori memanah. Pagi keesokan harinya waktunya praktik. Sesi inilah yang dinantikan para peserta pelatihan tak terkecuali penulis.

Pertama-tama para peserta diperlihat cara memegang busur dan panah yang benar. Kemudian cara menarik busur yang benar karena memang ada Teknik khusus. Dari sini Penulis baru sadar ternyata menarik busur panah tak semudah yang dibayangkan.

Pelatihan Memanah dan Berkuda di Pesantren al Haromain

Selain Teknik menarik anak panah, lengan tangan harus kuat menariknya semaksimal mungkin. Namun juga jangan sampai berlebihan. Karena pada saat pelatihan ada yang mematahkan busur panah. Entah karena salah Teknik atau terlalu kuat ketika menarik.

Setelah setiap peserta pelatihan diperlihatkan cara menarik busur yang benar. Setiap peserta diperkenankan untuk mencoba dengan kuota 2 anak panah.

Waktu yang ditunggu pun tiba dan penulis mendapat giliran untuk memanah. Ada yang perlu diperhatikan juga ketika menarik anak panah. Setiap gerakan ada bacaan kalimat thoybah. Pertama-tama ketika menata panah membaca basmalah, kemudian membaca takbir ketika menarik dan melepas panah.

Pada sesi ini penulis praktik memanah dengan baik, walau tak dapat mengenai titik tengah. Yang paling penting ialah mensyukuri telah diberikan kesempatan belajar memanah oleh Allah. Alhamdulillah…

Materi Berkuda

Setelah paginya para peserta fokus praktik memanah. Pada malam hari peserta mendapatkan materi mengenai berkuda.

Pertama-tama Syeikh Sofyan menjelaskan mengenai kuda. Dari jenis, kebiasaan, cara berinteraksi dengan kuda, bahkan sampai cara memandikan kuda.

Pelatihan Memanah dan Berkuda di Pesantren al Haromain 1

Menurut Beliau, ketika akan berkuda kita tidak bisa langsung menaiki. Namun kita harus ta’aruf dulu dengan kuda yang akan kita tumpangi. Cara ta’aruf dengan kuda akan penulis ulas pada bagian praktik berkuda.

Dan fakta menarik terkait kuda ialah hewan satu ini memiliki kekuatan dan kecepatan lari yang luar biasa. Konon bisa mencapai 76 km perjam. Selain itu, harga kuda juga lumayan mahal. Begitu pula dalam hal perawatan juga lumayan membutuhkan biaya yang tinggi.

Praktik Berkuda

Seperti pada hari sebelumnya, setelah malam hari teori besoknya praktik. Pada sesi praktik berkuda para peserta tidak langsung mengendarai kuda.

Namun, para peserta disuruh untuk memandikan kuda. Tujuannya agar peserta mengetahui cara merawat kuda yang baik. Sekaligus berinteraksi dengan calon kuda yang akan dinaiki.

Setelah selesai memandikan kuda. Setiap peserta berpasangan 2 atau 3 orang mengajak kudanya untuk jalan-jalan ringan. Sembari mengeringkan tubuh sang kuda yang masih basah, peserta belajar untuk menuntun hewan tersebut.

Pelatihan Memanah dan Berkuda di Pesantren al Haromain

Setelah tubuh kuda sudah kering dan sudah diberi makan, kuda sudah bisa dinaiki. Namun sebelum menaiki, harus ta’aruf (kenalan) dulu dengan kuda. Caranya dengan mendekatkan telapak tangan kita dihidung kuda. Tunggu beberapa saat sampai kuda menghirup bau tangan kita. setelah itu, baru kuda dapat dinaiki dengan aman. Insyaallah

Ada yang perlu diperhatikan bagi mereka yang baru pertama kali naik hewan ini. Salah seorang harus memegang kepala kuda kemudian yang lain bisa naik. Cara naiknya pun dari samping kuda.

Ada pula pantangan ketika berada didekat kuda atau sedang menuntun kuda. Pantangan tersebut ialah tidak boleh berada dibelakang kuda. Hal ini dikhawatirkan bila kuda merasa terganggu dan tida-tiba menendang orang yang berada dibelakangnya.

Pelatihan Memanah dan Berkuda di Pesantren al Haromain

Pada sesi praktik berkuda ini, penulis beruntung dapat menaiki punggung kuda. Walaupun masih perlu bantuan orang lain untuk memegang kuda ketika akan menaikinya. Begitu pula ketika kuda berjalan ada yang menuntun.

Ada yang menarik juga pada sesi ini. Yaitu ketika salah seorang santri perempuan Syeikh Sofyan mengendarai kuda. Terlihat sangat lincah, sangat berbeda dengan para peserta yang masih canggung tak terkecuali penulis.

Rasa kagum memuncak ketika santri tersebut tak sekadar menaiki kuda. Namun, berkuda sekaligus memanah. Walaupun memanah diatas kuda, anak panah yang ditembakan santri tersebut dapat mengenai sasaran. Masyaallah

Penutup

Setelah selesai praktik berkuda, para peserta pelatihan memanah dan berkuda kembali ke asrama pondok. Tepat pada sore hari ba’da ashar acara tersebut ditutup oleh panitia.

Penulis bersyukur bisa menjadi bagian dari para peserta pelatihan tersebut. Selain mendapatkan ilmu mengenai memanah dan berkuda, penulis juga mendapatkan pengalaman beberapa hari di pesantren Nurul Haromain.

Pelatihan Memanah dan Berkuda di Pesantren al Haromain

Selain kegiatan diatas, kegiatan rutin santri juga penulis rasakan. Dimulai dari sholat tahajud berjama’ah, dzikir berjama’ah, bahkan sampai makan berjama’ah. Menariknya seluruh akomodasi ditanggung pesantren tersebut. Bahkan tempat kami istirahat ditata dengan rapi oleh para santri Nurul Haromain.

Sekian tulisan dari ibnudin mengenai pengalaman mengikuti pelatihan berkuda dan memanah. Semoga ada hikmah yang bisa diambil pembaca.

4 pemikiran pada “Memanah dan Berkuda di Pesantren Nurul Haromain Pujon Malang”

  1. Masya Allah, mantap tenan artikelnya masbro.
    Saya sendiri belum pernah mencobanya, baik memanah maupun berkuda.

    Pengen juga rasanya suatu hari punya kesempatan buat mencoba atau bahkan menekuni olahraga yang dianjurkan oleh Nabi SAW ini. Semoga.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.