Sinopsis Dan Review Buku Tasawuf Modern Karya Buya Hamka

Selayang Pandang

Sinopsis Dan Review Buku Tasawuf Modern Karya Buya Hamka.

Tasawuf Modern Buya Hamka – Salam buat para pembaca ibnudin. Semoga kebahagiaan selalu ada dalam diri kita.

Kali ini, penulis akan mengulas salah satu buku karya Buya Hamka yang cukup fenomenal. Judul buku tersebut adalah Tasawuf modern.

Bagi sebagian orang pasti kaget bila mengetahui kalau buya hamka menulis buku dengan judul Tasawuf. Seperti yang diketahui khayalak umum, beliau adalah salah satu tokoh di sebuah organisasi yang dulunya kurang ramah dengan konsep Tasawuf.

Penulis sendiri juga lumayan kaget ketika tahu bahwa Buya Hamka mengarang buku berjudul Tasawuf. Ditambah pula kata modern dibelakangnya. Dari judul bukunya saja membuat penulis penasaran untuk segera membaca buku tersebut. Sesegera mungkin penulis mencari buku tersebut.

Pertama kali penulisnya disalah satu akun media sosial teman yang menjual buku. Namun penulis tidak langsung membelinya, sayang juga kalau beli online cuma satu buku. Oleh sebab itu penulis mencari toko buku di kota penulis terlebih dahulu. Namun ternyata buku tersebut belum ada.

Tak menemukan buku tersebut di toko buku, penulis memutuskan membeli buku tersebut secara online. Ya walaupun harus merelakan biaya ongkir yang biayanya hampir setengah dari haga bukunya.

Biografi Singkat Buya Hamka

Sinopsis Dan Review Buku Tasawuf Modern Karya Buya Hamka.
Sumber : evanzulfiqar.wordpress.com

Nama lengkap beliau adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Lahir pada tanggal 17 Februari 1908 di Maninjau, Sumatra Barat. Orangtua beliau bernama Dr. Abdul karim Amrullah dan Shaffiah.

Beliau mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar dan Universitas Prof. Moestopo Beragama. Bila dilihat dari latar Pendidikan, beliau tidak pernah satu pun menyelesaikan Pendidikan formal.

Walaupun tak pernah menyelesaikan Pendidikan formal, Semenjak kecil beliau sudah rajin membaca buku. Itu yang menjadi modal Buya menjadi orang yang hebat. Selain itu baliau juga belajar langsung dengan para tokoh dan ulama. Dari Sumatra, jawa dan sampai Mekah, beliau menuntun ilmu.

Sinopsis Buku Tasawuf Modern

Sinopsis Dan Review Buku Tasawuf Modern Karya Buya Hamka.
Sumber : theathery.wordpress.com

Buku karya Buya Hamka berjudul Tasawuf modern. Walaupun judulnya memakai kata Tasawuf. Buku ini tidak membahas tasawuf secara spesifik. Berbeda dengan buku-buku tasawuf pada umumnya, yang berisi mengenai aliran-aliran tasawuf, tokoh-tokohnya atau yang lainnya.

Karya Buya Hamka ini membahas substansi dari tasawuf itu sendiri yakni Kebahagaian. Tema kebahagian bagi penulis akan tetap ada dan menjadi pembahasan yang tak berujung bagi manusia sampai berakhirnya dunia.

Bahagia adalah sebuah visi hidup dibalik misi-misi keduniaan. Ada orang yang rajin bekerja agar ia menjadi kaya. Setelah kaya ia berharap hidupnya tercukupi, tenang dan yang paling diharapkan ialah bahagia. Sehingga diluar sana banyak kita ketahui orang yang menghabiskan hidupnya untuk menemukan kebahagiaannya.

Namun, apakah yang mereka cari itu membuat mereka bahagia? Bila iya, kenapa banyak orang kaya yang berakhir ditempat yang hina? Apa mereka bahagia dengan semua itu?

Kemudian, ada pula orang yang tenar setenar bintang kejora. Namun ia kesandung banyak kasus yang menyebabkan ia berakhir di hotel prodeo. Apa mereka bahagia? Pembaca tau sendirilah jawabannya.

Dibalik itu, ada juga orang yang sudah mendapatkan posisi yang enak dalam hidupnya, terkenal dimana-mana. Namun, ia memilih meninggalkannya karena dirasa semua itu adalah kebahagiaan yang semu. Kebahagiaan yang nampak indah diluar namun busuk dalamnya.

Kebahagiaan hakiki itu seperti apa sesungguhnya? Itu yang menjadi pertanyaan filosofis bagi tiap orang yang berpikir. Oleh sebab itu, bagi Buya Hamka, Bahagia dekat dengan kita, ada di dalam diri kita.

Review Buku Tasawuf Modern

Sinopsis Dan Review Buku Tasawuf Modern Karya Buya Hamka
Sumber : deenamik.com

Penulis berutung dapat memiliki buku ini. Ibarat orang yang sedang melakukan perjalanan mencari kitab ke barat. Namun bukan untuk mencari kitab suci. Karena kitab suci sudah didepan mata, sedang pemaknaannya butuh buku hikmah dari kitab suci tersebut.

Buku yang mengandung hikmah bagi penulis, salah satunya adalah buku karya Buya Hamka ini, Tasawuf Modern. Sebuah buku yang menyadarkan penulis akan pentingnya bertasawuf bagi tiap insan. Tasawuf yang sederhana, yang menekankan pada akhlak.

Seperti yang penulis bahas pada sinopsi diatas. Penulis mengira buku tersebut membahas mengenai Tasawuf pada umumnya. Karena saat itu penulis juga sedang membutuhkan buku yang membahas Tasawuf untuk bahan bacaan kuliah. Dan ternyata isi buku tersebut tidak sesuai dengan harapan awal penulis.

Namun, rasa kekecewaan membeli buku berubah 180 derajat setelah penulis membaca buku ini.

Buku bersampul warna hijau, menggambarkan kehidupan, tumbuh dan berkembang. Secara khusus tema yang diangkat buku ini adalah kebahagiaan.

Kebahagian atau sa’adah dalam Bahasa arabnya. Mengingatkan penulis dengan salah satu buku karangan imam Ghazali yang berjudul kimiatus sa’adah. Sebuah kitab yang konon membahas mengenai kimia kebahagiaan, bagaimana unsur-unsur dalam tubuh membentuk kebagiaan. Penulis sendiri belum pernah membacanya, hanya sekadar mendengar dari beberapa dosen yang pernah menyinggung kitab tersebut.

Kebahagiaan dan Tasawuf adalah dua hal yang sangat saling berkaitan. Kebahagiaan adalah tujuan setiap orang dan Tasawuf adalah jalan unutuk mendapatkan kebahagiaan sejati.

Tasawuf menurut Buya Hamka

Sinopsis Dan Review Buku Tasawuf Modern Karya Buya Hamka
Sumber : deenamik.com

Dalam pengantarnya, Buya Hamka menerangkan apa yang dimaksud Tasawuf dalam bukunya. Beliau ingin menegaskan yang dimaksud tasawuf adalah seperti yang diungkapkan oleh tokoh tasawuf bernama Syeikh Junaid. Beliau menjelaskan, Tasawuf ialah keluar dari budi perangai yang tercela dan masuk kepada budi perangai yang terpuji.

Sehingga penulis menyimpulkan bahwa Tasawuf yang dimaksud oleh Buya Hamka adalah yang berkaitan dengan Akhlak yang baik. Bukan pada ritual-ritual namun pada perilaku orang yang bertasawuf.

Kalau dalam pembahasan Tasawuf di kampus, Tasawuf yang sednag dibahas oleh Buya Hamka Adalah Tasawuf Akhlaki. Sebuah aliran tasawuf yang menekankan pada akhlak individu pelaku tasawuf.

Buya juga mengkritisi secara halus kepada para pelaku tasawuf yang terlalu berlebihan dalam memandang dunia. Sebagai refleksi sikap zuhud, tasawuf kadang memaknai nya dengan meninggalkan dunia secara sepenuhnya. Namun apakah yang mereka lakukan sudah tepat?

Buya memberikan gambaran peradaban islam pada abad abbasiyah. Kala dunia islam menjadi pusat ilmu pengetahuan.

Para Raja atau pemimpin yang tergoda oleh harta, para ulama yang terlalu larut dalam perdebatan begitu pula ulama ahlu kalam. Sedang Ahlu tasawuf yang tenggelam ke dalam berkhalwatnya pada akhirat danmeninggalkan dunia yang di pandangnya hina. Sehingga ketika pasukan mongol datang menyerang, tak ada satupun yang siap mengangkatkan senjata.

Ada sebuah kutipan yang menarik di buku tersebut,

KH. Mas Mansur berkata,

80% didikan Islam kepada keakhiratan dan 20% kepada keduniaan. Tetapi kita telah lupa memetingkan yang tinggal 20% lagi itu sehingga kita menjadi hina.

Sehingga menurut Buya Hamka yang penulis pahami, hidup itu harus harus berimbang. Mencari harta itu halal, asal caranya halal. Sehingga jangan sampai kita membenci harta, karena kita pun perlu hrat untuk hidup didunia ini. Misal untuk membayar zakat, shodaqoh dan yang paling penting yakni mencukupi kebutuhan hidup.

Mungkin sementara yang dapat penulis ulas mengenai buku Tasawuf Modern karya Buya Hamka. Pastinya bnyak kekurangan pada Sinopsis dan Review buku Tasawuf Modern diatas. Semoga ada Hikmah yang kita ambil.

Baca juga ulasan penulis mengenai buku karya Habiburrahman berjudul Api Tauhid. Sebuah novel sejarah yang berbalut roman yang menarik.

Loading...

2 pemikiran pada “Sinopsis Dan Review Buku Tasawuf Modern Karya Buya Hamka

  1. Saman kan department-nya TP.. coba sekali2 tulis artikel ttg psikologi yg ranahnya ke arah tasawuf. Misal..ini misal ya… #mimpi dlm perspektif psokologi sufistik Ibnu Arabi (vs Sigmun Freud). Compare-kan. Hhh ???

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.